Kab. Bekasi, Jawa Barat
NPSN: 20218473 Akreditasi A
Kembali ke Beranda

TERBITKAN PERMENDIKDASMEN BARU: PILOT PROJECT "SEKOLAH BEBAS DISTRAKSI DIGITAL" RESMI DIMULAI

Rabu, 29 Juli 2026 Admin SMPN 1 Serang Baru


Mengantisipasi maraknya penurunan daya konsentrasi serta kemampuan dasar akademis peserta didik akibat paparan gawai yang tak terarah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Pilot Project "Sekolah Bebas Distraksi Digital" yang akan diterapkan di sejumlah sekolah percontohan mulai tahun ajaran ini.

Kebijakan ini diterbitkan melalui Peraturan Menteri (Permendikdasmen) terbaru sebagai langkah konkret menciptakan iklim belajar yang lebih kondusif, berfokus pada interaksi sosial nyata, serta optimalisasi pembelajaran mendalam (deep learning).

Poin-Poin Utama Kebijakan Baru

  1. Penerapan Zona Bebas Gawai (Phone-Free Zone):

    Siswa diwajibkan menyimpan gawai pribadi di dalam loker khusus (smart locker) saat jam pelajaran berlangsung. Penggunaan gawai hanya diizinkan atas instruksi langsung dari guru untuk keperluan riset atau simulasi belajar interaktif.

  2. Restorasi Jam Literasi & Matematika Dasar:

    Setiap sekolah percontohan wajib mengalokasikan 15–20 menit di awal KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) untuk kegiatan membaca buku fisik non-teks dan latihan cepat hitung (speed math) tanpa kalkulator untuk mengasah kembali fondasi logika.

  3. Peningkatan Interaksi Tatap Muka & Kolaborasi Fisik:

    Metode pengajaran didorong untuk memperbanyak diskusi kelompok berbasis papan tulis/kertas, eksperimen laboratorium, serta penggunaan alat peraga visual-kinestetik untuk mengurangi ketergantungan pada layar (screen time).

Tanggapan Pendidik dan Orang Tua

Program percontohan ini mendapat sambutan hangat dari kalangan guru dan organisasi orang tua murid. Banyak pihak menilai bahwa pembatasan pemanfaatan gawai di dalam kelas justru memberikan ruang bagi siswa untuk melatih kembali daya tahan fokus (attention span) dan kepekaan sosial mereka.

"Kami tidak anti-teknologi, karena AI dan internet tetap kami integrasikan dalam tugas berbasis proyek. Namun saat proses pembelajaran dasar di kelas, anak-anak butuh ruang yang tenang dari notifikasi agar proses berpikir kritisnya bisa berjalan maksimal," ungkap salah satu Kepala Sekolah penerima program percontohan.

Pemerintah menargetkan evaluasi berkala setiap semester untuk melihat dampak program ini terhadap peningkatan skor literasi dan numerasi nasional sebelum diterapkannya kebijakan secara meluas ke seluruh jenjang pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar