Kab. Bekasi, Jawa Barat
NPSN: 20218473 Akreditasi A
Kembali ke Beranda

KEMENDIKDASMEN RESMI LUNCURKAN PROGRAM "KODING & AI UNTUK TINGKAT SD DAN SMP" SEBAGAI MATA PELAJARAN PILIHAN

Rabu, 29 Juli 2026 Admin SMPN 1 Serang Baru


Dalam upaya mencetak generasi yang tidak hanya mahir sebagai konsumen teknologi tetapi juga sebagai pencipta (creator), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan kurikulum percontohan "Koding dan Kecerdasan Buatan (AI)" sebagai mata pelajaran pilihan bagi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Inisiatif ini dirancang untuk melatih logika berpikir runtut (computational thinking), pemecahan masalah, serta etika berteknologi sejak usia dini.

Tiga Pilar Utama Kurikulum Koding & AI

  1. Pemrograman Visual Tanpa Kode (Block-Based Coding):

    Untuk tingkat SD, siswa diajarkan dasar logika pemrograman melalui media visual berbasis blok interaktif (seperti Scratch). Siswa belajar membuat animasi, game sederhana, dan alur logika tanpa harus menghafal sintaksis koding yang rumit.

  2. Pengenalan Etika & Pemanfaatan AI secara Bijak:

    Siswa diajarkan cara kerja dasar Artificial Intelligence, bagaimana memanfaatkannya sebagai asisten belajar, serta pentingnya etika digital—seperti memahami privasi data, kejujuran akademis, dan cara memilah informasi asli dari hoax.

  3. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning):

    Di tingkat SMP, siswa mulai dikenalkan dengan pemrograman dasar dan pembuatan aplikasi web/aplikasi sederhana yang dapat menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar mereka (misalnya sistem presensi digital sekolah atau katalog UMKM lokal).

Pendampingan Guru dan Kesiapan Sarana

Guna menunjang keberhasilan program ini, pemerintah mengombinasikan pelatihan intensif bagi para guru serta penyediaan modul digital berbasis open-source yang dapat diakses meskipun dengan perangkat spesifikasi standar.

"Fokus utama mata pelajaran ini bukanlah mencetak semua anak menjadi programmer, melainkan mengasah cara berpikir analitis (problem-solving mind) serta rasa percaya diri mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan masyarakat," jelas juru bicara Kemendikdasmen.

Program ini ditargetkan berjalan secara bertahap di sekolah-sekolah percontohan sebelum diterapkan secara nasional pada tahun ajaran mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar